Membedah Arti Sesungguhnya Dari Minat Baca

Oleh Dwi Putranto Bimo Sasongko, S.Sos. MM

Sering kita dengar bahwa perpustakaan didirikan untuk mencapai tujuan yang salah satunya adalah meningkatnya minat baca di kalangan masyarakat. Berdasarkan studi World Most Literate Countries yang dilakukan oleh Presiden Central Connecticut State University (CCSU), John W Miller, Indonesia berada di peringkat 60 dari 61 negara yang di survey pada Tahun 2016 dan ranking terbawah se-Asia Tenggara dalam hal minat baca. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan minat baca?

Menurut Farida Rahim (2008: 28), minat baca adalah keinginan yang kuat disertai usaha-usaha seseorang untuk membaca. Seseorang yang mempunyai minat membaca yang kuat akan diwujudkan dalam kesediaannya untuk mendapat bahan bacaan dan kemudian membacanya atas kesadarannya sendiri. Dapat dikatakan minat baca adalah suatu keinginan yang dirasakan oleh individu untuk akan mulai membaca. Jadi dengan adanya minat baca, seseorang belum tentu akan membaca sebuah bahan pustaka, namun baru sekedar ingin membaca. Semakin kuat dorongan keinginan untuk membaca akan membawa individu tergerak untuk menggapai buku atau bahan bacaan yang lain. Semakin kuat keinginan membaca itu ada maka individu akan tergerak untuk membaca kata per kata, alinea per alinea, halaman per halaman, dan seterusnya.

Rendahnya minat baca dapat diartikan dengan lugas berarti masih sangat rendahnya keinginan orang atau individu untuk membaca. Minat baca dikatakan tinggi jika orang atau individu sudah mempunyai keinginan membaca yang tinggi dibuktikan dengan seringnya intensitas orang atau individu itu membaca. Lalu apa bedanya dengan budaya baca? Budaya baca berarti membaca telah menjadi adat istiadat, kebiasaan, atau juga kebutuhan yang masuk area sekunder bahkan primer dalam kehidupan masyarakat. Jadi tidak bicara minat atau keinginan lagi namun sudah menjadi kebutuhan.

Menumbuhkan minat baca tentunya tidak mudah. Banyak hal yang harus diperhatikan dalam kampanye minat baca terkait dengan fakor-faktor yang mempengaruhi lingkungan atau psikologi orang atau individu. Misalnya menumbuhkan minat baca kelompok orang yang hidup sebagai petani akan berbeda dengan menumbuhkan minat baca bagi nelayan. Masyarakat petani akan mempunyai kecenderungan tertarik kepada hal-hal tentang bibit tanaman yang baik, cara menanam komoditi pangan yang benar, pemasaran hasil panen, dan lain sebagainya. Dengan ketertarikan seperti itu maka sangat besar kemungkinan masyarakat petani akan tergerak mencari pengetahuan lebih untuk meningkatkan kualitas bertani dan kwantitas hasil pertanian mereka. Disinilah mulai minat membaca buku diperkenalkan dengan menyiapkan buku-buku tentang pertanian. Secara psikologis tentunya akan ada ketertarikan atau dorongan dari masyarakat pertanian untuk menggapai buku tersebut. Hal ini berlaku juga untuk masyarakat nelayan, dengan pilihan buku yang sesuai dengan kebutuhan mereka tentunya jalan meningkatkan minat baca akan terbuka.

Yang menjadi pokok permasalahan yang sering dihadapi di pedesaan dalam usaha meningkatkan minat baca adalah ketiadaan atau sangat kurangnya bahan pustaka minimal berupa buku. Karena sejak awal memang minat baca di pedesaan sangat rendah maka kepemilikan buku per satu kepala keluarga saja masih banyak yang tidak punya sama sekali bahan bacaan. Dengan minimnya buku yang ada di desa lalu bagaimana minat baca bisa ditingkatkan?

Menumbuhkan minat baca menjadi sangat sulit jika bahan bacaan tidak tersedia. Sangat diperlukan sedikit kepedulian dari Pemerintah Desa dan juga para penggiat kegatan di desa dari segala kalangan untuk memulai sedikit demi sedikit mewujudkan wahana rekreasi dan edukasi membaca di lingkungan terdekat. Bisa dimulai dari pojok baca kecil di Kantor Desa, kemudian menambah pojok baca ditempat kumpul masyarakat, dan selanjutnya membuat perpustakaan yang sampai nantinya mampu menjadi motor penggerak peningkatan minat baca dan minat literasi di pedesaan. Meningkatkan minat baca perlu suatu stimulan atau dorongan agar masyarakat tergerak menuju masyarakat yang cinta baca.

*Pustakawan Madya  di Dinas Arpusda Kabupaten Wonosobo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s