Peran Organisasi Pustakawan Di Wonosobo

Penulis: Dwi Putranto Bimo Sasongko, S.Sos. MM

Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) merupakan lajur pelaksanaan Undang-Undang nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan Pasal 34. Menjelaskan bahwa pustakawan membentuk organisasi profesi yang berfungsi untuk memanjukan dan memberikan perlindungan profesi kepada pustakawan.

Dalam pelaksanaannya setiap pustakawan harus menjadi anggota organisasi profesi, mengikuti pembinaan, dan pengembangan organisasi profesi. Selain itu, dalam pelaksanaannya pustakawan juga harus difasilitasi oleh pemerintah (pusat), pemerintah daerah, dan/atau masyarakat.  Saat ini organisasi profesi pustakawan yang diakui oleh pemerintah adalah Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) untuk mewadahi para Pustakawan di Indonesia.

Kabupaten Wonosobo sebenarnya telah membentuk Organisasi Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) pada Tanggal 9 September 2015 sebagai amanat dari Undang-undang nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan. Beberapa kegiatan telah dilaksanakan seperti diskusi, pelatihan, lokakarya jurnalistik. Selain itu IPI juga turut menjembatani Pustakawan Sekolah Wiyata Bhakti dengan Stake Holder Kepegawaian Pemerintah Kabupaten Wonosobo berkaitan kebutuhan informasi tentang nasib Pustakawan Sekolah  Wiyata Bhakti di Wonosobo.

Selain itu Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Kabupaten Wonosobo terlibat aktif dalam beberapa kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo. Yaitu seperti terlibat dalam proses pembuatan Peraturan Daerah Kabupaten Wonosobo Nomor 7 Tahun 2017  tentang Penyelenggaraan Perpustakaan di mana Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Kabupaten Wonosobo. Dalam memperjuangkan perolehan penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan  sosial yang sudah terakomodir pada Pasal 31 Ayat 1 poin a Peraturan Daerah Kabupaten Wonosobo Nomor 7 Tahun 2017  tentang Penyelenggaraan Perpustakaan. Saat ini pelaksanaan Peraturan Daerah tersebut menunggu proses penyusunan Peraturan Bupati.

Dalam hal ini tentunya tidak mudah untuk mengurus atau bekerja dalam sebuah organisasi nir laba yang berbasis pengabdian seperti Ikatan Pustakawan Indonesia di mana berbagai kendala baik dari masalah komunikasi internal  Organisasi Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) dari tingkat Daerah, Provinsi, sampai dengan Pusat dan anggotanya mayoritas masih berjuang untuk lebih eksis dan diakui sehingga bisa meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan pribadi. Belum lagi permasalahan dana operasional kegiatan organisasi yang masih sulit dianggarkan lewat jalur APBD.

Sebenarnya keberadaan sebuah organisasi profesi tidak sebatas untuk menggantungkan penekanan kepada materi namun juga semestinya menjadi wahana untuk mengasah diri , beraktualisasi, menambah ilmu baik di bidang kepustakawanan maupun ilmu-ilmu lain yang bisa menambah kapasitas pustakawan. Oleh karena itu kegiatan-kegiatan keilmuan perlu menjadi salah satu prioritas program kerja. Namun kembali lagi masalah pendanaan yang masih berbasis “urunan” mengakibatkan kiprah organisasi menjadi terbatas. Walaupun demikian Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Kabupaten Wonosobo telah beberapa kali melaksanakan kegiatan dengan dana non pemerintah. Hal yang cukup bisa diapresiasi dengan kondisi organisasi yang minim dukungan ditambah dengan kondisi mayoritas anggota yang berpenghasilan di bawah rata-rata.

Memang menjadi keprihatinan kita bersama bahwa pustakawan non PNS saat ini kesejahteraannya jauh dari memadai. Namun tentunya diharapkan hal tersebut tidak mematahkan semangat untuk terus berkarya. Dengan berorganisasi maka pustakawan akan menjadi kuat dan perlahan bisa mulai menjadi kekuatan untuk memperjuangkan tujuan bersama. Bagaimanapun perlu kesadaran dari beberapa kalangan yang mempunyai perpustakaan di bawah lingkup tugasnya bahwa perpustakaan memerlukan pustakawan yang bisa bekerja dengan baik untuk mengelola perpustakaan terutama di Perpustakaan Sekolah.

Kepengurusan Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Kabupaten Wonosobo sebentar lagi akan dilakukan reorganisasi setelah pengurus Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Periode 2015 – 2018 telah demisioner selama satu tahun. Semoga kepengurusan Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Kabupaten Wonosobo yang baru dapat segera terbentuk dan kembali menjadi wadah semua pustakawan baik pustakawan perpustakaan umum, pustakawan sekolah, pengurus perpustakaan desa dan lain sebagainya untuk bersama memajukan literasi dan minat baca di Wonosobo.

*Ketua Demisioner IPI Kab.Wonosobo & Pustakawan Madya Arpusda Wonosobo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s