Smart Tourism, Sebuah Jawaban Di Kala Pandemi

~ Oleh Hastika Shafira*

Para pelaku industri pariwisata tengah mengeluhkan kehilangan pendapatan selama bulan Januari sampai September 2020 akibat PSBB selama masa pandemi. Menurut Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo, Indonesia diperkirakan kehilangan devisa sebesar 14,5-15,8 Miliar Dolar AS karena adanya penurunan kunjungan wisatawan mancanegara. Keterpurukan ini dikarenakan sektor pariwisata sangat mengandalkan pergerakan manusia.

Maka dari itu, diperlukan terobosan khusus untuk menjembatani antara pariwisata dan pandemi. Kemajuan zaman mengantarkan kita untuk memanfaatkan teknologi berbasis 4.0. Besarnya pengguna gadget dan internet bisa dijadikan pintu masuk pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan peningkatan ekonomi daerah pada sektor pariwisata. Menteri Pariwisata Arief Yahya  kerap menyebut bahwa saat ini industri dunia telah bergeser ke arah industri digital era 4.0. Sehingga teknologi digital menjadi sebuah keniscayaan.

Berbagai cara dilakukan beberapa Negara untuk meningkatkan nilai jual pariwisatanya agar lebih kompetitif seperti memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan gagasan menciptakan lingkungan baru dan istilah populer yang merujuk pada kondisi tersebut adalah “Smart Tourism”.

Smart tourism adalah langkah terbaik untuk bertahan dalam kerasnya evolusi teknologi dan informasi dimana dimensi fisik dan pemerintahan pariwisata memasuki tingkat selanjutnya (digitalisasi) sehingga tercapainya sebuah generasi baru yang lebih modern sesuai dengan perkembangan zaman (Gajdosik, 2018). Smart tourism juga didefinisikan sebagai platform pariwisata ICT terintegrasi. Yakni dengan mengintegrasikan peran teknologi informasi dalam memberikan informasi dan layanan yang efisien untuk wisatawan.

Suatu daerah agar dapat unggul dari daerah lainnya perlu membuat inovasi dan gagasan yang unik serta menarik, dibutuhkan suatu teknologi yang mampu membersamai wisatawan  baik sebelum mendatangi destinasi (pre), saat di destinasi (during), dan setelah dari destinasi (post). Hingga muncul lah smart tourism yang kedepannya mampu bersaing dan menjawab permasalahan sekaligus memiliki platform/aplikasi yang memudahkan wisatawan mengeksplore daerahnya. Layanan yang diberikan dapat berupa rute, info menarik, harga tiket, dan lainnya, sehingga dalam satu aplikasi memuat berbagai info yang memudahkan wisatawan.

Dalam penerapan smart tourism terdapat berbagai tantangan yang harus disadari dan dihadapi stakeholders maupun pemerintah, diantaranya mengenai efektivitas pemasaran. Tujuan utama dari pemasaran adalah memperkenalkan para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara terhadap manfaat dan komponen smart tourism. Hal ini tidaklah mudah dilakukan karena adanya kompetitor dari negara-negara lain yang menerapkan smart tourism dan juga “kelemahan” dari brand image Indonesia yang secara umum masih dianggap sebagai negara berkembang. Tantangan lainnya adalah dukungan dari stakeholders dan wisatawan itu sendiri. Penerapan smart tourism yang sukses harus secara aktif didukung oleh banyak stakeholders terkait, misalnya pemerintah lokal dan pusat, swasta/investor, penduduk lokal, travel agent, dan lain-lain.

Diperlukan peran aktif wisatawan agar smart tourism berhasil karena sebaik apapun konsep yang dimplementasikan, nantinya akan percuma apabila aplikasi tersebut tidak digunakan/dipakai secara aktif oleh para wisatawan. sebut saja aplikasi baru yang digagas di Wonosobo yakni Jelajah Wonosobo. Tantangan terbesarnya yaitu belum meratanya jangkauan sinyal di daerah terpencil yang mempunyai potensi wisata. Kesiapan menerapkan smart tourism secara menyeluruh belum bisa dipastikan dan diperlukan sosialisasi dari pemerintah bersama kontribusi generasi muda yang melek teknologi agar berhasil. Jika digitalisasi semakin maju maka kita dituntut untuk beradaptasi dan menguasai perkembangan teknologi seiring dengan era digitalisasi yang semakin modern.

Indikator suatu daerah dikatakan sukses menerapkan smart tourism adalah meningkatnya kenyamanan wisatawan baik domestik maupun mancanegara, sesuai dengan personalized demand dari wisatawan, munculnya common sharing, penggunaan berbagai sumber daya pariwisata dan budaya secara efektif dan intensif, serta adanya peran dan dukungan dari masyarakat.

Pariwisata Indonesia patut berbangga dikarenakan smart tourism ini telah diterapkan dibeberapa daerah yang justru kurang dilirik pemerintah, mereka gerak cepat demi mengangkat kembali pariwisata daerahnya atas keterpurukan pandemi ini. Wonosobo misalnya, kota kecil diantara Gunung Sindoro dan Sumbing ini baru saja meluncurkan aplikasi berbasis smart tourism yang diberi nama Jelajah Wonosobo, aplikasi berbasis android ini dapat dengan mudah kita dapatkan di play store maupun app store lainnya. Berbagai kemudahanpun ditawarkan didalamnya, wisatawan dapat mengetahui informasi seperti destinasi, hotel, kuliner, dan info lainnya yang pada intinya wisatawan akan memperoleh gambaran jelas mengenai destinasi yang akan dituju.

Kenyataannya dalam pariwisata konvensional, wisatawan biasanya memperoleh informasi dari pemandu wisata atau buku panduan wisata yang pastinya memerlukan biaya lebih dan terkesan ribet. Tetapi smart tourism datang dengan menawarkan kemudahan dengan bantuan aplikasi/web yang akan membantu merencanakan perjalanan, menemukan referensi destinasi, mengatur budgeting, atau membantu memanage waktu agar lebih efektif dan efisien. Maka dengan dukungan perkembangan teknologi informasi yang canggih, smart tourism nantinya akan menjadi suatu yang generik atau sesuatu yang sudah seharusnya difasilitasi oleh destinasi.

*Penulis adalah Mahasiswa D4 Jurusan Bisnis Perjalanan Wisata, Universitas Gadjah Mada

Instagram: https://www.instagram.com/hastyka_/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s