Memahami Konsep Perpustakaan Modern

Penulis : Dwi Putranto Bimo Sasongko, S.Sos.MM

Mendengar kata perpustakaan, masyarakat umum akan membayangkan sebuah ruangan dengan penuh buku dan rak yang dilengkapi meja kursi untuk membaca dengan petugas di dalamnya. Ada beberapa juga yang sudah lebih detil dalam mendefiniskan perpustakaan yaitu sebagai tempat membaca dan meminjam buku. Bahkan banyak juga yang mengatakan bahwa perpustakaan adalah lembaga yang penuh disiplin sehingga kata “jangan berisik” sering muncul dari petugas perpustakaan yang tegas .

Pengertian tersebut sebenarnya tidak salah juga kalau dilihat dari pengertian perpustakaan klasik seperti pendapat Sutarno NS (2006;11) yang menyatakan bahwa Perpustakaan adalah mencakup suatu ruangan, bagian dari gedung / bangunan atau gedung tersendiri yang berisi buku buku koleksi, yang diatur dan disusun demikian rupa, sehingga mudah untuk dicari dan dipergunakan apabila sewaktu-waktu diperlukan oleh pembaca.

Konsep pengertian perpustakaan seperti di atas sampai saat ini masih dipakai di lingkungan lembaga pendidikan, masyarakat umum , bahkan masih banyak dipakai oleh beberapa kalangan perpustakaan sendiri. Pada dasarnya pengertian ini tidak salah namun saat ini dengan perkembangan jaman dan cepatnya kebutuhan masyarakat terhadap informasi, sepertinya teori tersebut sudah tidak bisa mewadahi lagi tentang langkah inovasi dan pengembangan perpustakaan modern.

Pengertian perpustakaan di Indonesia saat ini sudah diperbaharui untuk dapat membawa perpustakaan tetap mampu melayani masyarakat di era modern sekarang ini. Pengertian perpustakaan tersebut tertuang pada Undang-Undang Nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan yang mendefinisikan perpustakaan sebagai institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak dan / atau karya rekam secara profesional dengan sistem baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi para pemustaka.

Dengan pengertian ini ada beberapa hal yang dapat didalami , yang pertama adalah bahwa perpustakaan merupakan sebuah institusi. Institusi yang dimaksud adalah lembaga atau wadah yang mengelola koleksi karya tulis, karya cetak dan / atau karya rekam secara profesional dengan sistem baku. Jadi secara ideal sebuah perpustakaan mempunyai pengurus atau pengelola yang melaksanakan pengolahan koleksi bahan pustakan dengan ilmu perpustakaan yang baku untuk dapat disajikan atau dilayankan. Institusi atau wadah tersebut antara lain dapat berupa komunitas, tempat ibadah, pondok pesantren, Desa, Kecamatan, Kabupaten, Provinsi, hingga Perpustakaan Nasional

Kemudian yang kedua adalah perpustakaan sebagai tempat memberikan kebutuhan pendidikan, penelitian, dan pelestarian. Yang dimaksud adalah perpustakan merupakan tempat untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dengan membaca sehingga meningkatkan kemampuan serta mendukung keberhasilan pendidikan di Indonesia. Selain itu menjadi tempat bagi para peneliti untuk mendapatkan bahan referensi dan berdiskusi tentang bahasan topik penelitian yang sedang dilakukan. Selanjutnya menjadi tempat pelestarian baik pelestarian naskah dan buku kuno serta berkaitan dengan literasi sejarah, seni, dan budaya di tingkat lokal atau daerah.

Yang ketiga adalah perpustakaan sebagai pusat informasi dan rekreasi. Perpustakaan sebagai pusat informasi adalah memberikan kekuatan pengembangan inovasi perpustakaan untuk  dapat memberikan segala informasi yang dibutuhkan masyarakat baik lewat buku, literasi, ataupun melalui internet. Perpustakaan dewasa ini menjadikan akses internet menjadi hal “wajib” untuk dapat memberikan akses informasi yang lebih luas kepada masyarakat. Kemudian perpustakaan sebagai tempat rekreasi menjadikan perpustakaan sebagai tempat yang nyaman untuk berkunjung baik pribadi, teman, ataupun keluarga. Dalam hal ini perpustakaan tidak hanya dimaksudkan tempat rekreasi membaca namun dapat diartikan lebih luas lagi sebagai tempat berkumpul, berdiskusi, berkegiatan, dan juga dapat dilengkapi sarana prasarana yang mendukung perpustakaan sebagai tempat rekreasi seperti ruang audio visual/film, galeri, café, permainan anak, dan lain sebagainya.

Dengan dasar definisi perpustakaan modern yang telah ditetapkan dengan Undang-Undang No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan memberikan peluang besar untuk melakukan inovasi perpustakaan yang beragam dan mampu meningkatkan minat pengunjung datang ke perpustakaan. Pemikiran perpustakaan yang berfungsi sebagai gudang buku harus segera dihilangkan terutama di stake holder pendidikan untuk dapat memberikan perhatian lebih kepada perpustakaan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan selalu semangat untuk terus maju membangun bangsa lewat jalur perpustakaan

Pustakawan Madya  di Dinas Arpusda Kab.Wonosobo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s