Perpustakaan Transformatif

Oleh Dwi Putranto Bimo Sasongko, S.Sos. MM

Perpustakaan transformatif merupakan pengembangan perpustakaan yang menjawab kebutuhan masyarakar di era digital dan milenial serta menjadi metamorfosa paling akhir saat ini dari langkah panjang pengembangan perpustakaan dari masa ke masa. Secara teori, perpustakaan transformatif adalah pengembangan perpustakaan yang menjadikan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran masyarakat sekaligus menjadi pusat kegiatan masyarakat dengan berbasis teknologi informasi dan komunitas.

Apabila diperjelas satu per satu dari makna perpustakaan transformatif, sebagai pusat pembelajaran masyarakat artinya perpustakaan memberikan sari keilmuan dari buku atau bahan pusataka lain. Selain itu juga bisa berfungsi sebagai tempat belajar dan juga menjadi tempat mengajar. Perpustakaan bisa dijadikan tempat bagi anak-anak belajar, membuat tugas ,dan juga mendapatkan bimbingan belajar. Lebih besar lagi, perpustakaan bahkan bisa dijadikan tempat pembelajaran Kejar Paket sampai dengan segala jenis kursus. Uniknya perpustakaan juga bisa menjadi tempat segala bentuk sosialisasi dan penyuluhan baik kesehatan, pertanian , dan bidang-bidang lain yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Kemudian perpustakaan sebagai pusat kegiatan masyarakat dalam artian bisa dipergunakan sebagai tempat berkumpul, rapat, pertemuan PKK atau organisasi kemasyarakatan lain, sampai bisa dipergunakan juga untuk pengajian, Posyandu, dan rapat RT/RW. Selain itu juga bisa dipergunakan untuk pelatihan-pelatihan seperti pelatihan komputer, pelatihan batik, pelatihan membuat produk kerajinan tangan dan lain sebagainya. Bahkan ada kalanya lomba-lomba seperti lomba baca puisi, lomba adzan, lomba merangkai bunga dan lain-lain bisa diselenggarakan di perpustakaan.

Selanjutnya poin penting lainnya dalam perpustakaan transformatif adalah adanya teknologi informasi. Perpustakaan saat ini sudah melengkapi diri dengan jaringan internet dan juga komputer untuk dipergunakan menambah wawasan informasi dan keilmuan. Internet yang ada bisa dipergunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memberikan pelatihan penjualan via daring serta mempersilakan masyarakat untuk berjualan daring menggunakan fasilitas teknologi informasi yang ada di sana.

Lalu bagaimana faktor komunitas dalam perpustakaan transformatif ini? Komunitas menjadi sasaran utama yang menjadi proyeksi keberhasilan program perpustakaan transformatif. Komunitas merupakan sebuah ikatan perkumpulan dari berbagai individu yang mempunyai kesamaan baik usia, kesenangan, budaya, dan lain sebagainya. Maka dengan adanya ikatan kesamaan itu mengakibatkan komunitas menjadi kelompok yang mempunyai “militansi” tinggi antara satu dengan lain. Untuk saat ini sasaran komunitas yang disasar adalah komunitas pemuda, komunitas perempuan, komunitas UMKM, dan komunitas di masyarakat.

Fokus pogram perpustakaan transformatif adalah berada pada jalur pendidikan, kesehatan, dan perbaikan perekonomian masyarakat. Walaupun demikian dalam perjalanan program tersebut tidak menutup kemungkinan memperkaya fokus demi kepentingan masyarakat. Adapun komponen dan strategi yang dilakukan adalah dengan melakukan kegiatan yang melibatkan masyarakat, peningkatan layanan komputer dan internet, serta melakuka advokasi kemitraan dengan melibatkan masyarakat, pemerintah, dan swasta.

Oleh karena itu untuk membentuk perpustakaan transformatif dengan beragam inovasi didalamnya diperlukan pengurus perpustakaan yang komunikatif, inovatif, dan mampu melakukan advokasi ke dalam maupun ke luar. Advokasi yang dilakukan pengurus perpustakaan harus mengarah kepada keberhasilan membawa kerja sama dengan berbagai pihak. Kemudian dampak yang diharapkan adalah perpustakaan bisa memperoleh mitra yang dapat meningkatkan taraf intelektualitas dan kualitas hidup masyarakat di wilayah perpustakaan tersebut berada. Dampak selanjutnya adalah Pemerintah Desa dan masyarakat desa memperoleh sarana belajar dan pengembangan diri yang dapat diandalkan dan dekat dengan wilayah mereka serta masyarakat mendapatkan akses informasi yang mudah dan terjangkau.

Pada akhirnya dapat dirasakan bahwa perpustakaan khususnya dengan metode perpustakaan transformatif akan menjadi model solusi yang tepat bagi pembangunan peningkatan sumber daya manusia khususnya di pedesaan karena dengan adanya perpustakaan semua hal yang berhubungan dengan peningkatan sumber daya manusia bisa dilakukan di perpustakaan baik bidang pendidikan, kesehatan, perekonomian, bela Negara, sosialisasi pajak, penyuluhan BPJS, dan lainnya. Bahkan perpustakaan bisa dijadikan mitra BUMDES dengan melaksanakan aktivitas bisnis di perpustakaan dari menjadi ruang pamer dan tempat penjualan produk unggulan desa, koperasi, sampai dengan kedai kopi. Demi SDM Kabupaten Wonosobo yang lebih unggul mari bersama tingkatkan kekuatan perpustakaan sebagai garda depan pembentukan SDM unggul di tengah masyarakat.

Penulis: Dwi Putranto Bimo Sasongko, S.Sos. MM, Pustakawan Madya Arpusda Wonosobo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s